Dunia perfilman Indonesia diwarnai dengan berbagai genre dari mulai
Drama, Komedi, Horor, Thriller, Omnibus dan Sub-Genre yang sangat
banyak. Dari genre horror sendiri, meskipun lebih didominasi oleh
film film horror komedi ga jelas yang juga ditambah dengan judul yang susah
dicerna oleh nalar tapi di satu sisi Indonesia juga meml
iki film film
horror berkualitas yang bisa membuat bulu kuduk berdiri sampai membuat
paranoid para penontonnya, apalagi film film horror Indonesia jaman dulu
yang seperti kita ketahui sendiri memilik atmosfir horror yang sangat
kental. Nah maka dari itu disini ane posting 5 Film Horor Indonesia
Terseram Jaman Dulu versi ane. Check this out gans :
1. Pengabdi Setan
Pengabdi
Setan (Internasional: Satan's Slave) adalah sebuah film horor tahun
1980 dari Indonesia yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Film
ini sangat terkenal pada masanya bahkan sampai di dunia internasional,
dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai
negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.
Bercerita
tentang Sebuah keluarga kaya yang jauh dari agama mendapat musibah
ketika sang Ibu wafat. Sang Ibu meninggalkan seorang ayah bernama
Hendarto yang hanya peduli kehidupan bisnis, serta satu putra yang
pendiam bernama Tomi dan putri bernama Rita yang kecanduan pesta,
bersama mereka ada satu pembantu bernama Pak Karto (HIM Damsyik) yang
taat agama dan sudah sakit-sakitan. Pada malam pertama setelah kematian
sang Ibu, Tomi menjumpai Ibunya kendati tidak berbincang. Keesokan
harinya, dari saran temannya Tomi menyambangi seorang peramal yang
berkata bahwa seluruh keluarganya terancam bahaya yang sangat besar dan
akan menewaskan mereka semua. Lalu sang peramal menyarankannya untuk
memperkuat diri dengan
ilmu hitam.
2. Malam Satu Suro
Malam
Satu Suro adalah
film horor Indonesia tahun 1988 yang disutradarai oleh
Sisworo Gautama Putra dan dibintangi olehSuzanna dan Fendy Pradana.
Film ini dikenal dengan alur ceritanya yang unik karena tidak
mengetengahkan sang hantu sundel bolong sebagai tokoh antagonis seperti
umumnya di perfilman nusantara kala itu, namun sebagai tokoh utama /
protagonis. Film ini didistribusikan oleh Soraya Intercine Films.
Di
awal film, di tengah sebuah hutan, arwah seorang wanita yang
gentayangan berwujud sundel bolong dibangkitkan dari kuburannya oleh Ki
Rengga, seorang dukun Jawa sakti untuk dijadikan anak angkatnya. Dukun
Jawa itu berkata: "Suketi, manuta nduk, kowé arep takdadikké anak
angkatku." ("Suketi, menurutlah nak, engkau akan kujadikan anak
angkatku"). Dia kemudian menancapkan paku keramat ke kepala Suketi
(Suzanna), arwah penasaran tersebut, merapal mantera kuna berbahasa Jawa
dan sundel bolong itu pun menjadi manusia kembali. Suatu hari dua orang
pemuda dari Jakarta sedang berburu kelinci di hutan tersebut. Bardo
Ardiyanto (Fendi Pradana), sang pemburu tersebut, bersama temannya Hari,
nyar
is membunuh buruannya, namun dihalangi oleh seorang wanita cantik,
dia pun penasaran akan wanita tersebut dan akhirnya bertemu dengan
Suketi. Bardo dan Suketi langsung saling jatuh cinta dan Bardo berniat
melamar Suketi. Awalnya lamarannya ditolak oleh Ki Rengga, ayah angkat
Suketi, namun akhirnya disetujui setelah permohonan Bardo yang tulus dan
dorongan Suketi ke orang tua angkatnya. Bardo mengikuti syarat Ki
Rengga, bahwa pernikahan harus diadakan pada "Malam satu Suro" (Tanggal 1
Sura, tahun baru dalam penanggalan Jawa) di tengah Alas Roban ("Hutan
Roban") tanpa dihadiri siapa pun kecuali sang dukun Jawa dan pasangan
pengantin tersebut dalam sebuah adegan ritual mistik Jawa kuno yang
diiringi tari-tarian peri.
Beberapa tahun kemudian Suketi dan
Bardo hidup berkeluarga dengan bahagia di Jakarta dengan kedua anak
mereka, Rio dan Preti. Keluarga mereka juga menjadi kaya raya karena
konon bila menikahi Sundel bolong maka seseorang akan menjadi kaya raya.
Suatu hari Joni, seorang pengusaha licik menawarkan perjanjian bisnis
di kantor Bardo, namun ditolak karena taktiknya yang kotor. Joni
menyimpan dendam dan berniat menjatuhkan Bardo. Joni datang ke Mak Talo,
seorang dukun lain, dan mengetahui bahwa istri bardo dulunya adalah
Sundel Bolong. Mak Talo dan Joni mendatangi rumah Bardo dan mencabut
paku yang menancap di kepala Suketi, sehingga Suketi berubah menjadi
Sundel Bolong kembali. Malamnya Bardo yang kebingungan menemui mertuanya
di Alas Roban dan mengetahui latar belakang Suketi yang sesungguhnya.
Suketi dulunya adalah seorang wanita muda yang mati bunuh diri setelah
diperkosa dan hamil, arwahnya tidak beristirahat dengan tenang dan
menjelma menjadi hantu Sundel Bolong yang penuh dendam. Setelah membalas
dendam, dia kemudian dibangkitkan kembali oleh Ki Rengga untuk menjadi
anak angkatnya.
3. Lukisan Berlumur Darah
Dua
penjahat merampok rumah Diarsi (
Yurike Prastica). Suaminya dibunuh.
Pembantunya, Yunan (Piet Pagau) terluka, tapi Diarsi berhasil membunuh
dua perampok itu dan entah kenapa tak lapor polisi dan memilih
menguburkan mayatnya diam-diam di bawah pohon beringin depan rumah dan
kamar mandinya. Agus (Dharma Harun), guru SMA dan istrinya, Hanna (Tiara
Jaquelina) membeli rumah tua terbengkalai yang agaknya ditinggalkan
pemiliknya dari seorang makelar. Malam hari beringin di depan rumah itu
tercerabut dan tampak tulang belulang manusia. Polisi mencari pemilik
rumah sebelumnya yang tak diketahui tempat tinggalnya lagi. Hanna jatuh
cinta pada lukisan wanita yang rusak pada saat peristiwa perampokan, dan
memperbaikinya. Hanna jadi sering mimpi seperti melihat peristiwa yang
terjadi di rumah itu. Agus juga sering diganggu mimpi tapi kemudian
hilang berkat dia bersembahyang sesuai petunjuk ulama. Hanna yang tak
bersembahyang sering kerasukan roh Diarsi, yang dalam mimpi Hanna
ketahuan dibunuh oleh Yunan. Tampaknya Yunan dan Diarsi lalu
berumahtangga. Roh Diarsi ini ingin membalas dendam. Maka sekali waktu
Hanna tanpa sadar membunuh murid Agus. Luka di dada murid itu membuat
Agus kaget, karena tepat seperti dalam mimpinya.
4. Dendam Jumat Kliwon
Sepasang
suami-istri (Arthur Tobing, Joice Erna) dibunuh perampok yang menjarah
rumah mereka. Suami-istri tadi jadi hantu yang mengganggu para perampok
dan keluarganya. Mula-mula ayah dan mertua perampok dibunuh. Lalu para
perampok yang merupakan anak dan menantu ayah yang terbunuh tadi. Semua
peristiwa selalu di malam Jumat Kliwon. Dengan bantuan Brata (Syamsuri
Kaempuan), seorang pandai, kedua muridnya dan petunjuk gurunya (BZ
Kadaryono), teror ini bisa diatasi.
5. Sundel Bolong
Sundel
Bolong adalah film horor dewasa tahun 1981 dari Indonesia yang
disutradarai oleh maestro film Sisworo Gautama Putra dan diperankan oleh
Suzanna dan Barry Prima. Film ini adalah film pertama yang diangkat
berdasarkan mitos / legenda rakyat sundel bolongdan dianggap sebagai
film yang telah memopulerkan mitos tersebut. Dengan semboyan film
"Cantik… menggairahkan… tak kenal ampun!", film ini didistribusikan oleh
Rapi Films.
Film horor ini adalah film bertemakan sundel bolong
yang pertama dalam serial film sundel bolong yang disutradarai Sisworo
Gautama Putra yang sebelumnya telah dikenal luas kepiawaiannya dengan
filmnya Primitif (1978) dan Pengabdi Setan (1980) yang terkenal secara
internasional.
Bercerita tentang Alisa (Suzanna) adalah seorang
mantan pekerja seks di bawah seorang "Mami" (germo). Hidupnya berubah
total setelah dinikahi oleh Hendarto (Barry Prima). Suatu hari seorang
pengusaha butik bernama Rudi mengajak Alisa bekerja di toko butiknya.
Alisa diminta memperagakan pakaian-pakaian yang ada di butik Rudi.
Melihat kecantikan Alisa, Rudi tergoda, namun Alisa menolak dengan
halus. Kejadian itu membuat Rudi marah dan merancanakan niat jahat.
Alisa diculik oleh orang suruhan Rudi kemudian dibawa ke sebuah bangunan
tua dan akhirnya diperkosa. Dengan perasaan hancur Alisa dapat kembali
ke rumahnya. Setiap hari Alisa merenungi nasibnya. Bi Ijah pun maklum
atas apa yang dialami Alisa. Alisa meminta pendapat dokter mengenai
tindakan yang harus dijalaninya. Dokter memberikan saran baik buruknya
mengenai dilakukannya pengguguran kandungan. Alisa mendapat kabar dari
suaminya yan akan pulang. Alisa bingung menghadapi masalahnya. Alisa
merasa berdosa dan karena putus asa akhirnya Alisa bunuh diri di kamar
mandi.
Sejak itu arwah Alisa gentayangan dalam wujud sundel
bolong dan ingin membalas dendam kepada orang-orang yang telah merusak
kehidupannya. Satu persatu orang suruhan Rudi yang merusak kehidupan
Alisa menemui ajalnya dengan keji namun misterius.Sundel Bolong adalah
film horor dewasa tahun 1981 dari Indonesia yang disutradarai oleh
maestro film Sisworo Gautama Putra dan diperankan oleh Suzanna dan Barry
Prima. Film ini adalah film pertama yang diangkat berdasarkan mitos /
legenda rakyat sundel bolongdan dianggap sebagai film yang telah
memopulerkan mitos tersebut. Dengan semboyan film "Cantik…
menggairahkan… tak kenal ampun!", film ini didistribusikan oleh Rapi
Films.
Film horor ini adalah film bertemakan sundel bolong yang
pertama dalam serial film sundel bolong yang disutradarai Sisworo
Gautama Putra yang sebelumnya telah dikenal luas kepiawaiannya dengan
filmnya Primitif (1978) dan Pengabdi Setan (1980) yang terkenal secara
internasional.
Bercerita tentang Alisa (Suzanna) adalah seorang
mantan pekerja seks di bawah seorang "Mami" (germo). Hidupnya berubah
total setelah dinikahi oleh Hendarto (Barry Prima). Suatu hari seorang
pengusaha butik bernama Rudi mengajak Alisa bekerja di toko butiknya.
Alisa diminta memperagakan pakaian-pakaian yang ada di butik Rudi.
Melihat kecantikan Alisa, Rudi tergoda, namun Alisa menolak dengan
halus. Kejadian itu membuat Rudi marah dan merancanakan niat jahat.
Alisa diculik oleh orang suruhan Rudi kemudian dibawa ke sebuah bangunan
tua dan akhirnya diperkosa. Dengan perasaan hancur Alisa dapat kembali
ke rumahnya. Setiap hari Alisa merenungi nasibnya. Bi Ijah pun maklum
atas apa yang dialami Alisa. Alisa meminta pendapat dokter mengenai
tindakan yang harus dijalaninya. Dokter memberikan saran baik buruknya
mengenai dilakukannya pengguguran kandungan. Alisa mendapat kabar dari
suaminya yan akan pulang. Alisa bingung menghadapi masalahnya. Alisa
merasa berdosa dan karena putus asa akhirnya Alisa bunuh diri di kamar
mandi.
Sejak itu arwah Alisa gentayangan dalam wujud sundel
bolong dan ingin membalas dendam kepada orang-orang yang telah merusak
kehidupannya. Satu persatu orang suruhan Rudi yang merusak kehidupan
Alisa menemui ajalnya dengan keji namun misterius.